SEPAK-BOLA.ID — Sorotan tajam datang dari legenda sepak bola Prancis, Thierry Henry, setelah melihat performa Cristiano Ronaldo saat Timnas Portugal menghadapi Kongo pada pertandingan Grup K Piala Dunia 2026.
Henry menilai kapten Portugal tersebut perlu mengurangi ambisi mencetak gol sendiri dan lebih mengutamakan kepentingan tim. Menurutnya, keberhasilan Portugal di turnamen besar seperti Piala Dunia tidak bisa hanya bergantung pada satu pemain.
Laga Portugal vs Kongo berlangsung di NRG Stadium, Houston, Amerika Serikat, pada Kamis (18/6/2026) dini hari WIB. Portugal yang lebih diunggulkan justru harus puas dengan hasil yang tidak sesuai harapan.
Dominasi Portugal Berakhir Tanpa Banyak Ancaman
Sebelum pertandingan dimulai, Portugal diprediksi mampu meraih kemenangan besar atas Kongo. Prediksi tersebut sempat terlihat benar ketika tim berjuluk Seleccao das Quinas itu berhasil mencetak gol cepat.
Joao Neves membawa Portugal unggul pada menit keenam setelah memanfaatkan umpan dari Pedro Neto. Gol tersebut membuat Portugal semakin percaya diri untuk mengontrol jalannya pertandingan.
Namun, setelah unggul lebih dulu, permainan Portugal justru tidak berkembang maksimal. Meski menguasai bola hingga 74 persen, Bruno Fernandes dan kawan-kawan hanya mampu menciptakan satu tembakan tepat sasaran sepanjang laga.
Situasi tersebut membuat Kongo memiliki kesempatan untuk bangkit. Pada penghujung babak pertama, tepatnya menit 45+4, Kongo berhasil menyamakan kedudukan melalui Yoanne Wissa.
Gol tersebut tercipta setelah Wissa menerima assist dari Artur Masuaku. Portugal pun harus menghadapi tekanan karena gagal menjaga keunggulan yang sudah mereka dapatkan sejak awal.
Henry Kritik Peran Ronaldo Saat Menyerang
Henry kemudian memberikan analisis terkait masalah Portugal dalam membangun serangan. Mantan pemain Timnas Prancis itu melihat pergerakan Cristiano Ronaldo justru membuat lini belakang Kongo lebih mudah membaca arah serangan.
Henry menilai Ronaldo terlalu fokus mencari peluang untuk mencetak gol, sementara kebutuhan utama Portugal adalah menciptakan peluang sebagai sebuah tim.
“Ada satu hal penting, tolong pahami ini. Tim yang harus mencetak gol, bukan Anda (Cristiano Ronaldo) yang harus mencetak gol,” kata Henry, dikutip dari Give Me Sport, Kamis (18/6/2026).
“Karena Cristiano ingin mencetak gol, ia justru bergerak ke jalur umpan tarik ke belakang. Anda bisa melihat kedua pemain berada di area yang sama, dan itu membuat tugas bertahan menjadi lebih mudah. Itulah poin saya, tim yang harus mencetak gol, bukan Anda,” lanjut legenda yang membantu Timnas Prancis juara Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000 tersebut.
Menurut Henry, pola pergerakan Ronaldo membuat ruang serangan Portugal menjadi lebih sempit. Bek Kongo dinilai lebih mudah mengantisipasi karena beberapa pemain Portugal berada di area yang sama.
Komentar Henry tersebut muncul setelah adanya momen ketika Ronaldo memilih melakukan tembakan sendiri. Padahal, saat itu beberapa pemain Portugal berada dalam posisi yang lebih bebas.
Bahkan, Bruno Fernandes terlihat menunjukkan ekspresi kecewa karena keputusan tersebut. Momen itu semakin memperkuat anggapan bahwa Portugal masih memiliki persoalan dalam koordinasi lini serang.
Nasib Ronaldo Jadi Pertanyaan Jelang Laga Berikutnya
Setelah gagal meraih kemenangan atas Kongo, Portugal kini harus fokus menghadapi pertandingan berikutnya melawan Uzbekistan.
Duel tersebut dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 24 Juni 2026 pukul 00.00 WIB. Portugal membutuhkan hasil maksimal untuk memperbesar peluang melaju ke babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Salah satu hal yang menarik perhatian adalah keputusan pelatih Portugal, Roberto Martinez, terkait posisi Cristiano Ronaldo pada laga berikutnya.
Pertanyaan pun muncul apakah Ronaldo masih akan dipercaya tampil sejak menit awal atau justru akan mendapatkan perubahan peran demi menjaga keseimbangan permainan Timnas Portugal.
Keputusan Roberto Martinez nantinya menjadi salah satu hal yang paling dinantikan setelah kritik Thierry Henry terhadap gaya bermain Portugal di pertandingan sebelumnya.




