Kisah Toto, Remaja Calon Pastur di Solo yang Makamnya Dihiasi Patung Bocah Bermain Bola

SEPAK-BOLA.ID — Sosok sebuah makam di area Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bonoloyo, Kota Solo, mendadak menjadi perhatian publik setelah viral di media sosial. Makam tersebut terlihat unik karena dihiasi dua patung bocah yang sedang bermain sepak bola, hanya beberapa meter dari pintu masuk sisi utara TPU.

Di balik perhatian warganet itu, tersimpan kisah haru tentang seorang remaja bernama Ignatius Toto Endratmo, yang merupakan putra pasangan suami istri asal Solo dan kini beristirahat di lokasi tersebut.

Sosok Toto di balik makam viral

Makam tersebut adalah tempat peristirahatan terakhir Ignatius Toto Endratmo. Sosok Toto dikenal sebagai remaja yang memiliki kehidupan dan cita-cita yang cukup unik sejak masih muda.

Niken, sang ibu, mengungkapkan bahwa ada makna mendalam di balik keberadaan patung dua bocah yang ditempatkan di makam putranya itu.

Penggemar sepak bola sejak kecil

Niken menyebut Toto sejak kecil sudah sangat mencintai sepak bola. Kecintaannya pada olahraga tersebut bahkan terus dibawa hingga ia menempuh pendidikan di Seminari Mertoyudan, Magelang, yakni sekolah calon pastur Katolik.

Meski menempuh pendidikan religius, Toto tetap aktif bermain sepak bola pada sekitar tahun 2009. Tak hanya bermain, ia juga pernah menjadi wasit dalam sejumlah pertandingan di daerahnya.

Cita-cita menjadi pemain profesional

Lebih jauh, Niken menjelaskan bahwa putranya memiliki mimpi besar untuk menjadi pesepak bola profesional dan bahkan ingin berkarier di Meksiko. Menariknya, meski memiliki cita-cita tersebut, Toto tetap ingin menjalani panggilan sebagai pastur setelah lulus dari seminari.

Ia juga memiliki alasan khusus memilih sekolah tersebut, salah satunya karena fasilitas lapangan sepak bola yang menurutnya sangat baik.

“Karena itu Toto selepas SMP memilih masuk Seminari Menengah Mertoyudan. Ketertarikannya yang utama karena di situ ada lapangan sepak bola yang sangat bagus menurutnya. Tapi kemudian sangat puas dan bahagia karena di seminari mendapatkan banyak kesempatan belajar musik, teater, bahasa latin dan lain-lain. Menurutnya di seminari 'kecekel' semua yang diinginkan,” lanjut dia.

Ia juga menambahkan:

"Sangat-sangat suka sepak bola, bahkan sekolah di seminari sana itu biar bisa jadi pemain bola di Meksiko karena ada koneksi dari sekolah seminari dengan sepak bola di Meksiko sana. Bahkan saat itu Toto sudah jadi wasit juga, terus juga sering jadi wasit dipertandingan bola di daerah sana," tutur Niken dikutip dari laporan TribunSolo.com, Kamis (27/11/2025).

Kecelakaan yang merenggut nyawa

Harapan dan perjalanan hidup Toto harus terhenti lebih cepat. Baru sekitar satu tahun menjalani pendidikan di seminari, ia mengalami kecelakaan lalu lintas pada 11 Oktober 2010.

Peristiwa tersebut terjadi tidak jauh dari sekolahnya, saat Toto sedang mengantar temannya berbelanja ke sebuah minimarket.

"Jadi Toto ketabrak truk saat nganter temannya ke Indomaret dekat Seminari dan meninggal dunia waktu itu," kata Niken.

Firasat seorang ibu sebelum kepergian

Sebelum kejadian tragis itu, Niken mengaku merasakan sejumlah tanda yang sulit dijelaskan. Ia beberapa kali mengalami mimpi yang dianggap berbeda dari biasanya.

Tak hanya itu, sekitar 10 hari sebelum meninggal, Toto sempat pulang ke Solo dan menghabiskan waktu bersama keluarga. Momen tersebut menjadi kenangan terakhir yang sangat berkesan bagi sang ibu.

"Sepuluh hari sebelum kejadian itu, Toto sempat pulang ke Solo. Sempat juga boncengin adiknya yang punya keterbatasan muter-muter naik kendaraan sama saya. Tapi sudah ada firasat kok Toto kelihatan bersih dan bersinar, saya juga sempat tanya apa di sana (seminari) tidak main bola lagi atau lagi perawatan. Tapi Toto bilangnya enggak ada yang berbeda," urai Niken.

"Tapi memang beberapa kali saya sempat mimpi juga, jadi sudah seperti ada firasat gitu," imbuhnya.

Asal-usul patung bocah bermain bola

Keberadaan dua patung bocah yang bermain bola di makam Toto ternyata tidak dibuat secara spontan. Niken mengaku ide tersebut sudah lama ia pikirkan bersama sang suami.

Pembuatan patung itu akhirnya direalisasikan setelah 1.000 hari atau sekitar tiga tahun sejak kepergian Toto. Ia juga berkonsultasi dengan kakaknya yang merupakan seorang seniman pemahat patung.

Dari diskusi tersebut, muncul gagasan untuk menghadirkan dua patung bocah yang sedang bermain bola, melambangkan kedua anaknya yang telah berpulang dan sama-sama menyukai sepak bola.

"Itu dari saya, kebetulan kakak saya tukang patung jadi saya buatin patung itu. Setelah seribu hari atau tiga tahun baru patungnya dibuat. Kebetulan kan samping makamnya ada makam kakaknya juga," jelas Niken.

"Iya itu karena anak saya dua di sana dimakamkan, jadi saya buatkan dua patung anak-anak bermain bola. Bayangan saya supaya di surga mereka bisa main bersama," pungkasnya.

Makna di balik viralnya makam

Kini, makam dengan patung unik tersebut ramai diperbincangkan di media sosial. Niken mengaku tidak menyangka karya yang dibuat sebagai bentuk cinta seorang ibu itu justru menjadi viral.

Ia berharap masyarakat tidak salah memahami makna dari patung tersebut, karena bagi dirinya, itu adalah bentuk ekspresi kasih sayang mendalam kepada anak-anaknya yang telah tiada.

toto