TpAoTSd9Gfd0TpW5TpY5GUz6Td==
Iklan -- Scroll untuk lanjut membaca
Banner Ads 970x250
Kado Ulang Tahun Spalletti! Juventus Ngamuk Hajar Pisa 4-0

Kado Ulang Tahun Spalletti! Juventus Ngamuk Hajar Pisa 4-0

Kado ulang tahun Luciano Spalletti datang dari kemenangan Juventus 4-0 atas Pisa. Taktik jenius sang pelatih jadi kunci kebangkitan Bianconeri.
Daftar Isi
×

Kado Ulang Tahun Spalletti! Juventus Ngamuk Hajar Pisa 4-0

SEPAK-BOLA.ID — Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, merayakan ulang tahunnya yang ke-67 dengan cara paling berkesan. Tim asuhannya tampil menggila dengan menghancurkan Pisa Sporting Club 4-0 pada pekan ke-28 Serie A musim 2025-2026, Minggu (8/3/2026) dini hari WIB.

Kemenangan telak ini terasa sangat spesial bagi Spalletti. Pasalnya, Juventus sempat mengalami periode sulit dalam beberapa pekan terakhir setelah gagal meraih kemenangan sejak awal Februari.

Situasi makin berat setelah Bianconeri tersingkir dari kompetisi Eropa dan juga ajang domestik dalam waktu berdekatan. Namun pada laga melawan Pisa, Juventus akhirnya mampu bangkit dengan performa meyakinkan.

Gol-gol kemenangan Juventus semuanya tercipta di babak kedua melalui Andrea Cambiaso, Khephren Thuram, Kenan Yildiz, dan Jeremie Boga.

Momen paling emosional terjadi setelah gol Thuram. Para pemain Juventus berlari menuju pinggir lapangan untuk merayakannya bersama Spalletti sebagai bentuk penghormatan kepada sang pelatih yang sedang berulang tahun.

Perubahan formasi

Keberhasilan Juventus memecah kebuntuan dalam pertandingan ini tidak lepas dari keputusan taktis Spalletti di tengah laga.

Pada awal pertandingan, Juventus terlihat kesulitan membongkar pertahanan rapat Pisa. Menyadari timnya buntu, Spalletti mengambil langkah berani dengan mengubah formasi dari 4-2-3-1 menjadi 3-4-3.

Perubahan sistem ini berjalan efektif berkat fleksibilitas pemain seperti Weston McKennie dan Andrea Cambiaso yang mampu menyesuaikan peran di lapangan. Pergeseran taktik tersebut membuat serangan Juventus lebih variatif dan akhirnya membuka ruang di lini belakang lawan.

"Ada momen-momen berbeda dalam pertandingan. Kerapatan lawan di babak pertama sangat sulit ditembus, kami kesulitan mengalirkan bola dengan cepat," jelas Spalletti kepada Sky Sport Italia, dikutip dari https://olahraga.incaberita.co.id/category/sepakbola/liga-italia/, Minggu (8/3/2026).

Tak hanya mengubah formasi, Spalletti juga membuat keputusan penting saat jeda pertandingan. Ia menarik keluar Jonathan David yang dinilai kurang efektif, lalu memasukkan Jeremie Boga.

Pergantian ini terbukti tepat karena Boga berhasil ikut mencatatkan namanya di papan skor pada babak kedua.

Evaluasi lini belakang

Perombakan yang dilakukan Spalletti tidak hanya terjadi di lini serang. Ia juga melakukan penyesuaian di sektor pertahanan demi meningkatkan kualitas distribusi bola dari belakang.

Pada babak kedua, Spalletti memutuskan mengganti Federico Gatti dengan Lloyd Kelly.

Langkah tersebut diambil karena sang pelatih membutuhkan bek dengan kemampuan mengalirkan bola yang lebih baik untuk membangun serangan dari lini belakang.

"Saya merasa tidak enak harus menarik keluar Gatti, itu pilihan sulit antara dia atau Bremer. Saya melakukannya karena kami butuh kaki yang lebih baik untuk mengalirkan bola dari belakang," sambung Spalletti.

Menariknya, meski Juventus meraih kemenangan telak dan Boga berhasil mencetak gol, Spalletti tetap memberikan catatan evaluasi kepada pemain asal Pantai Gading tersebut.

Menurutnya, Boga masih terlihat sedikit lambat dalam beberapa momen permainan. Hal ini menjadi sinyal bahwa sang pelatih tetap menuntut performa maksimal dari para pemainnya, bahkan di hari ulang tahunnya sendiri.

Banner Ads
Banner Ads 300x600
Banner Ads
CLOSE ADS
Ads Banner 160x600
CLOSE ADS
Ads Banner 160x600
CLOSE ADS
Banner Ads 970x90