SEPAK-BOLA.ID — Harapan baru kembali menyelimuti sepak bola nasional setelah John Herdman resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia. Pelatih asal Inggris itu langsung mengungkapkan ambisi besarnya: membawa Skuad Garuda mencatat sejarah dengan tampil di putaran final Piala Dunia 2030.
Penunjukan Herdman diumumkan PSSI pada awal Januari 2026. Ia diikat kontrak berdurasi dua tahun, dengan opsi perpanjangan dua tahun berikutnya bergantung pada capaian dan performa tim selama masa kepemimpinannya.
Kehadiran eks pelatih Timnas Kanada tersebut memunculkan optimisme baru di kalangan pecinta sepak bola Tanah Air. Publik berharap Herdman mampu menghadirkan perubahan signifikan, terlebih setelah kegagalan sebelumnya yang membuat Indonesia belum berhasil melangkah ke Piala Dunia 2026.
Target besar menuju 2030
Sejak awal, Herdman tidak menyembunyikan visi jangka panjangnya bersama Timnas Indonesia. Ia secara tegas menyebut Piala Dunia 2030 sebagai target utama yang ingin dicapai selama masa baktinya.
"(Piala Dunia) 2030," tegas Herdman dikutip dari kanal YouTube Timnas Indonesia, Sabtu (31/1/2026).
Ambisi tersebut bukan sekadar target biasa. Bagi Herdman, membawa Indonesia lolos ke Piala Dunia akan menjadi pencapaian monumental, bukan hanya bagi tim, tetapi juga bagi seluruh rakyat Indonesia.
"Menjadi pelatih pertama, menjadi tim pertama, orang-orang pertama yang berhasil lolos ke Piala Dunia dengan 280 juta orang di belakang anda. Itu gila," tambahnya.
Pernyataan tersebut menggambarkan betapa besar mimpi yang ingin ia wujudkan. Dengan populasi Indonesia yang mencapai ratusan juta jiwa, Herdman melihat peluang sekaligus tantangan besar untuk menciptakan sejarah baru di kancah sepak bola dunia.
Kontrak dengan opsi perpanjangan dinilai menjadi langkah strategis untuk memastikan kesinambungan program. Dengan rentang waktu yang cukup panjang, Herdman memiliki kesempatan membangun fondasi kuat, mulai dari pembinaan pemain muda hingga penyempurnaan taktik dan mental bertanding.
Tahun perdana yang penuh tantangan
Meski menargetkan 2030 sebagai puncak ambisi, Herdman tidak bisa bersantai di tahun pertamanya. Agenda padat sudah menanti di depan mata, memaksa tim pelatih bergerak cepat dalam menyiapkan komposisi terbaik Skuad Garuda.
Indonesia dijadwalkan menjadi tuan rumah FIFA Series pada Maret 2026. Dalam ajang tersebut, Timnas akan menghadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon, serta Saint Kitts dan Nevis. Turnamen ini menjadi momentum awal bagi Herdman untuk menguji racikan strategi sekaligus melihat kedalaman skuad.
Tak lama berselang, Timnas Indonesia juga harus tampil di Piala AFF yang digelar pada Juli hingga Agustus 2026. Turnamen regional ini selalu menyita perhatian publik dan menjadi tolok ukur konsistensi performa tim di level Asia Tenggara.
Setelah itu, fokus akan tertuju pada putaran final Piala Asia 2027. Kompetisi ini menjadi ajang penting untuk mengukur kesiapan Indonesia bersaing di level Asia sekaligus batu loncatan menuju target yang lebih besar, yakni Piala Dunia 2030.
Membangun fondasi dan mental juara
Ambisi besar tentu membutuhkan proses panjang. Herdman dikenal sebagai pelatih yang menaruh perhatian pada penguatan mental serta pembentukan karakter tim. Pengalamannya menangani tim nasional di level internasional menjadi modal berharga untuk membangun kultur kompetitif di dalam skuad.
Dengan jadwal kompetisi yang padat, ia dituntut mampu memadukan regenerasi pemain dengan menjaga stabilitas performa tim utama. FIFA Series dan Piala AFF bisa menjadi ajang eksperimen taktik sekaligus sarana memberi kesempatan bagi talenta muda menunjukkan kualitasnya.
Di sisi lain, ekspektasi publik yang tinggi juga menjadi tantangan tersendiri. Dukungan besar dari masyarakat Indonesia dapat menjadi energi tambahan, namun sekaligus tekanan yang harus dikelola secara bijak oleh tim pelatih dan para pemain.
Optimisme baru untuk Garuda
Penunjukan John Herdman menghadirkan babak baru dalam perjalanan Timnas Indonesia. Dengan visi jelas menuju Piala Dunia 2030, langkah awal kini dimulai dari pembenahan fundamental serta konsistensi di berbagai ajang internasional yang sudah menanti.
Ambisi untuk menorehkan sejarah bukanlah tugas mudah. Namun dengan perencanaan matang, dukungan penuh federasi, serta semangat para pemain, mimpi tampil di panggung tertinggi sepak bola dunia bukan lagi sekadar angan.
Kini, seluruh mata tertuju pada bagaimana Herdman menerjemahkan ambisi besarnya ke dalam kerja nyata di lapangan. Perjalanan panjang menuju 2030 pun resmi dimulai.




